Masuk

Ingat Saya

Radikalisme-Terorisme Terhadap Pemuda

Seringkali pemuda menjadi sasaran utama dalam perekrutan anggota-angota teroris, bagaimana tidak, setiap kali ada penangkapan anggota teroris, sebagian besar mereka justru adalah kaum pemuda.
Pada umumnya Sasaran utamanya adalah mereka kaum pemuda yang dinilai masih labil dan mudah terprovokasi. Lemahnya semangat kebangsaan, masuknya budaya asing, pergaulan bebas, aksi premanisme, serta pengaruh lingkungan yang negatif merupakan beberapa faktor pendukung yang membuat pemuda dengan mudah dipengaruhi dengan berbagai paham-paham radikal yang tanpa disadari akhirnya membawa pemuda itu sendiri ke dalam jaringan terorisme.
Berdasarkan keterangan pihak Polda Sulawesi Tengah saat memeberikan materi dalam kegiatan dialog publik pencegahan terorisme yang digelar di palu pada akhir agustus 2015 lalu, mengungkapkan bagaimana pola rekruitmen anggota (teroris) baru yang didesain secara apik dan terorganisir dengan baik.
Tahapan tersebut dimulai dari tahap awal perekrutan, yang diawali dengan kegiatan berkedok agama yang dinilai sebagai satu-satunya jalan ter”mudah” dalam mempengaruhi calon anggota baru. Cara ini lebih dikenal dengan istilah pencucian otak karena mampu mengubah pola pikir seserorang secara ekstrim. Selanjutnya diuji kesetiaan calon anggota hingga akhirnya masuk ke dalam tahap pembaiatan atau pengambilan sumpah setia. Anggota baru yang sudah dibaiat atau diambil sumpah setianya akan mengikuti beberapa pelatihan serta pendidikan terorisme. Pelatihan tersebut bukanlah sembarangan, tetapi anggota baru tersebut dilatih layaknya pelatihan militer.
Selain itu pola penyebaran faham radikal melaui materi-materi propaganda yang disebarluaskan tidak hanya melalui buku-buku bacaan, tetapi juga ke sosial media yang sangat mudah diakses oleh masyarakat.
Olehnya, guna mencegah radikalisme terhadap pemuda, pemerintah maupun masyarakat khususnya pemuda untuk bersama-sama mendeteksi sejak dini dalam mencegah penyebaran faham radikal, dengan memperkuat nilai-nilai ideologi dan paham nasionalisme di kalangan pemuda dan perempuan dalam upaya penanggulangan terorisme.
#DamaiDalamSumpahPemuda

katrin
Dengan